ah siang itu begitu beringas
aku seperti begundal kesana kemari pertaruhkan hati
siang terlalu panas
rasanya meluluhkan wajahku yang terias
kemudian sore mulai menegaskan
luka-luka di wajahku
yang adalah luka-luka di hatiku
yang remuk oleh kata-katamu
lalu malam,
mengingatkanku akan bagaimana seharusnya
berjuang untuk cinta
atau menyerah untuk cinta
dan aku terdiam
terdiam di malam kelam
seluruh hati terkeraskan saja
jangan lagi dihempas-hempaskan rasa yang seharusnya tak ada
kuatkan seperti baja, supaya saat waktunya tiba aku bisa berdiri tanpa rasa
karena sebenarnya terlalu kuat hantaman cintamu di waktu itu
yang menjadi tempat berteduh dikala aku mengeluh
yang mengasihi kamu disaat pertahananmu runtuh
yang mencintaimu kembali walau hatimu tak utuh
yang hanya ingin mencintaimu dan mencintaimu dengan segala kekuranganmu
yang bersedia mencintaimu sampai akhir waktuku
tapi semua siapa yang tahu?
baiknya mari kita renungi
makna cinta yang terjadi dan bagaimana kami saat punggung akhirnya saling membelakangi
dan berlalu pergi sendiri-sendiri.
padme.