Hey kamu! Seharusnya kau lihat, tiga bulan sudah berlalu dan tapak kakiku masih saja berputar-putar di sekitarmu. Tiga bulan lalu aku menangis tanpa arah saat sadar aku hanya main-mainan untuk mengisi keegoanmu yang tak terkalahkah bahkan oleh ketakutanmu akan Tuhan! Lalu aku berusaha mengangkat wajah dan berjalan merangkak dengan sepasang kaki ini, keluar dari hidupmu! Sudah semakin jauh, hanya saja aku masih sering terjatuh, tersandung gambarmu, tersandung kata-katamu dan pecahan rinduku yang tiap detik melingkarkan tangan mautnya ke leherku, mencekikku dengan sepi. Aku masih menanti detik-detik di mana kamu akan berhadapan dengan karma, muka dengan muka. Kita lihat siapa yang gentar?!
Advertisement