terlalu marah!

  • marah setengah mati tidak baik adanya, marah jangan dibawa mati.
  • aku menjerit geram di bawah rembulan, kalau boleh aku menjadi serigala akan kugores habis hatimu dengan tajam kuku dan taringku supaya membekas dalam, bahwasannya harus kau bayar apa yang telah kau lakukan!
  • tiap kali aku mengucap namamu di dalam doa, seluruh surga bergetar, nyaris gentar mereka mendengar nyaringnya suaraku memohon pada Tuhan supaya hatiku mengampunimu.
  • memang sudah seharusnya mengampunimu itu susah, karena aku harus memungut satu-satu dulu serpihan hatiku sebelum memberimu maaf.
  • kamu sedang melihatku menggeliat, berjuang untuk lepas dari ikatan kata maaf yang sudah pernah kuberikan padamu. Karena ternyata, menjalankannya membuatku menusuk-nusuk diriku sendiri dengan tulang-tulangku yang rapuh karenamu.
  • baru saja sadar aku akan keberadaan cintamu yang bersemayam teguh di tiap ruang kosong hatiku, belum mau berpindah, kau terlalu suka menetap disana dan membunuhku.
Advertisement

About mypsychodelicmind

Cheryl Maria Marella, was born in Manado on August 11th. She spent and was built as a human being in a super high school called SMU 3 PSKD 1 View all posts by mypsychodelicmind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.