touched.

Continue reading

musim gugur

daun cokelat berjatuhan
berhembus angin hilang terbang
debu tanah belingsatan
kian kemari tak bertuan

hati teriris kenangan
seorang lelaki tertulis ditiap halaman
pernah ada cinta saling berbalasan
hanya saja kini tak bisa sejalan


catatan malam

ah siang itu begitu beringas
aku seperti begundal kesana kemari pertaruhkan hati
siang terlalu panas
rasanya meluluhkan wajahku yang terias

kemudian sore mulai menegaskan
luka-luka di wajahku
yang adalah luka-luka di hatiku
yang remuk oleh kata-katamu

lalu malam,
mengingatkanku akan bagaimana seharusnya
berjuang untuk cinta
atau menyerah untuk cinta
dan aku terdiam

terdiam di malam kelam
seluruh hati terkeraskan saja
jangan lagi dihempas-hempaskan rasa yang seharusnya tak ada
kuatkan seperti baja, supaya saat waktunya tiba aku bisa berdiri tanpa rasa
karena sebenarnya terlalu kuat hantaman cintamu di waktu itu
yang menjadi tempat berteduh dikala aku mengeluh
yang mengasihi kamu disaat pertahananmu runtuh
yang mencintaimu kembali walau hatimu tak utuh
yang hanya ingin mencintaimu dan mencintaimu dengan segala kekuranganmu
yang bersedia mencintaimu sampai akhir waktuku

tapi semua siapa yang tahu?
baiknya mari kita renungi
makna cinta yang terjadi dan bagaimana kami saat punggung akhirnya saling membelakangi
dan berlalu pergi sendiri-sendiri.

padme.


terlambat kata

hanya berandai diriku jika waktu bisa berputar kembali
harusnya bisa aku berkata sesuatu untuk mengikat hati
terlalu panjang jalan berlalu dan semua terlewatkan tak terhenti
semua terlambat lalu berakhir tak ada lagi kesempatan kini


rindu

Hei,
aku sedang mengirim doa
namamu ada di tiap kalimatnya
sepertinya seluruh sorga ikut bergema…

Hei,
Ini saja yang bisa kukata saat rindu menjelma
Tuhan tolong beritakan padanya
Boleh lewat awan boleh lewat bintang
Aku sungguh ingin melihat dia


lepas

lepaskan cinta di secercah senja
biarkan asa bawa kembali
jika memang harusnya kamu menetap disini
sampai debu tanah kami menjadi

*

(raesaka)
Pergilah kamu bersama pagi<
aku sanggup menunggu bumi berputar lagi

*

Jangan takut, kamu terlalu indah untuk dilupakan

*


sepi

tidak apa, sepi ini dirajut saja,
kalanya nanti jadi permadani
tempat kita melepas rindu di kemudian hari